serap.co.id
Solusi SmartMonitoring Zero Runoff v2.0

Sistem Evaluasi Resapan Air Pintar

Platform digital berbasis data geospasial dan analisis hidrologi untuk mengukur, memantau, dan mengelola kapasitas resapan air, mewujudkan kawasan yang bebas banjir dan berkelanjutan.

98%
Akurasi Deteksi
500+
Kawasan Terpantau
2.4 Juta
Hektar Analisis
SERAP Mobile Application
Statistik Real-time
Active Verified Users
Akar Masalah

Empat hal yang membuat banjir terus terulang

Tata kelola limpasan air hujan masih lemah

Air hujan dibuang cepat ke saluran, bukan dikelola di sumbernya. Prinsip Zero Runoff yang seharusnya jadi standar belum diterapkan secara konsisten di kawasan terbangun.

Urbanisasi cepat dan hilangnya area resapan

Bangunan dan permukaan kedap air terus tumbuh. Ruang terbuka hijau menyusut drastis. Daya dukung hidrologi wilayah terlampaui, tanah tidak lagi mampu menyerap beban air yang harus ditampungnya.

Infrastruktur resapan tidak dimonitor berkala

Sumur resapan dan SPAH dibangun saat perizinan, lalu dilupakan. Tidak ada monitoring fungsi, tidak ada perawatan. Saat hujan ekstrem datang, banyak yang ternyata sudah tidak berfungsi.

Sistem monitoring tidak terintegrasi

Data tersebar di banyak instansi. Evaluasi kebijakan tidak berbasis data lapangan. Pengawasan manual tidak mungkin scalable di skala kota, apalagi provinsi.

Landasan Regulasi

Aturannya sudah ada.
Masalahnya, belum bisa dieksekusi di skala kota.

UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air
PP No. 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan SDA
PP No. 36 Tahun 2005 tentang Bangunan Gedung
Permen LH No. 12 Tahun 2009 tentang Pemanfaatan Air Hujan
Tata Kelola Air Perkotaan

Air hujan tidak dibuang.
Air hujan dikelola.

Implikasi Penerapan

  • Air hujan tidak langsung dibuang, tetapi diresapkan (sumur resapan, biopori) dan ditampung (SPAH / rainwater harvesting).
  • Pembangunan harus menyesuaikan daya dukung hidrologi wilayah secara terukur.
  • Zero Runoff menjadi bagian integral dari perizinan bangunan, tata ruang kota, dan kebijakan adaptasi iklim.

Dampak yang Terukur

  • Penurunan limpasan permukaan dan titik genangan jalan perkotaan.
  • Peningkatan imbuhan air tanah untuk menjaga kualitas sumur warga.
  • Efisiensi anggaran penanganan banjir daerah jangka panjang.
  • Kota lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim global.
Fitur Unggulan SERAP

Solusi Mengatasi Banjir dengan Pengelolaan Air Hujan untuk Masa Depan Berkelanjutan

Platform digital berbasis data geospasial dan analisis hidrologi untuk mengukur, memantau, dan mengelola kapasitas resapan air, mewujudkan kawasan yang bebas banjir dan berkelanjutan.

Real Time Dashboard

Pantau pembangunan dan kinerja infrastruktur resapan secara langsung tanpa perlu menunggu laporan periodik.

Heatmap Overview

Visualisasi sebaran titik resapan dalam skala kota dan provinsi untuk membaca pola kepadatan dan area prioritas.

Heatmap Overview

Regulatory Compliance

Pastikan setiap titik infrastruktur selaras dengan regulasi Zero Runoff yang berlaku, dari pusat sampai daerah.

Regulatory Compliance Screen

Payment Integration

Skema pembayaran terintegrasi via Virtual Account, cicilan, dan kanal perbankan lainnya.

Payment Gateways

Geotag Validation

Validasi koordinat lokasi pembangunan secara akurat, langsung dari lapangan ke sistem.

Geotag Map Validation

Photo & Video Validation

Bukti visual kondisi infrastruktur — before, after, dan progres pembangunan terdokumentasi.

Bukti Visual Inspeksi
Citizen Surveyor Engineer

Keputusan publik butuh data publik yang valid.

SERAP Dalam Angka

98%
Akurasi Deteksi
500+
Kawasan Terpantau
2.4 Juta
Hektar Analisis

Terukur & Terintegrasi

Setiap titik infrastruktur tervalidasi via geotag, foto, dan video. Tidak ada lagi data yang berdiri di atas asumsi.

Terukur dan Terintegrasi

Scalable & Berbasis Regulasi

Arsitektur sistem dirancang siap skala kota dan provinsi, mematuhi standar hukum SNI 8456:2017 dan regulasi Zero Runoff nasional.

Nilai Inti

Prinsip SERAP

Sustainability

Berkomitmen pada pengelolaan air hujan yang berkelanjutan untuk masa depan kota yang lebih tangguh.

S
Ecosystem Collaboration

Mendorong kolaborasi multipihak antara pemerintah, masyarakat, pelaku bisnis, dan lembaga pembiayaan.

E
Responsible Governance

Mendukung tata kelola pengelolaan air hujan yang transparan, terukur, dan akuntabel.

R
Advanced Innovation

Memanfaatkan teknologi dan analisis data untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif.

A
Positive Impact

Menciptakan dampak nyata dalam mengurangi risiko banjir serta meningkatkan keberlanjutan lingkungan.

P
Stakeholder Ekosistem

Dirancang untuk Seluruh Pemangku Kepentingan

Masyarakat & Pemilik Properti

Akses langsung untuk membangun sumur resapan atau SPAH di properti pribadi, dengan skema pembayaran yang fleksibel dan verifikasi yang transparan.

Masyarakat & Properti

Pelaku Bisnis & Pengembang

Menyederhanakan proses kepatuhan terhadap regulasi resapan air — dari pengajuan, pembangunan, sampai pelaporan — tanpa harus berurusan paralel dengan banyak instansi.

Pelaku Bisnis & Pengembang

Pemerintah Daerah & Kementerian

Visibility penuh atas implementasi Zero Runoff di wilayahnya, lengkap dengan data spasial yang bisa langsung dipakai untuk evaluasi kebijakan dan alokasi anggaran.

Pemerintah Daerah & Kementerian
Pusat Informasi

Pertanyaan yang sering diajukan

SERAP (Sistem Evaluasi Resapan Air Pintar) adalah platform digital berbasis data geospasial dan analisis hidrologi untuk memantau, mengukur, dan mengelola kapasitas resapan air secara cerdas. Platform ini dirancang khusus untuk pemerintah daerah, kontraktor, lembaga pembiayaan, serta warga pemilik properti.

Ya. SERAP saat ini aktif di 40+ kota di seluruh Indonesia, mencakup lebih dari 500 kawasan terpantau dan 2.4 juta hektar area teranalisis. Platform berjalan berbasis cloud sehingga dapat diakses dari mana saja menggunakan browser modern tanpa instalasi tambahan.

Data sensor diperbarui setiap 60 detik untuk sensor yang terhubung langsung via jaringan seluler (4G/LTE). Untuk gateway LoRaWAN, interval pembaruan 5 menit. Data cuaca dari API BMKG diperbarui setiap 15 menit.

Heatmap SERAP memiliki akurasi rata-rata 98.2% dalam mengklasifikasikan zona kapasitas resapan, berdasarkan validasi lapangan di 40 kota selama periode 2023–2025.

Flowchart & Modul SNI

Ukur Kebutuhan Resapan Lahan Anda Sekarang

Evaluasi otomatis apakah lahan Anda paling optimal menggunakan Sumur Resapan (SRAH), Parit Resapan (PRAH), atau Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH).