Sistem Evaluasi Resapan Air Pintar
Platform digital berbasis data geospasial dan analisis hidrologi untuk mengukur, memantau, dan mengelola kapasitas resapan air, mewujudkan kawasan yang bebas banjir dan berkelanjutan.
Empat hal yang membuat banjir terus terulang
Tata kelola limpasan air hujan masih lemah
Air hujan dibuang cepat ke saluran, bukan dikelola di sumbernya. Prinsip Zero Runoff yang seharusnya jadi standar belum diterapkan secara konsisten di kawasan terbangun.
Urbanisasi cepat dan hilangnya area resapan
Bangunan dan permukaan kedap air terus tumbuh. Ruang terbuka hijau menyusut drastis. Daya dukung hidrologi wilayah terlampaui, tanah tidak lagi mampu menyerap beban air yang harus ditampungnya.
Infrastruktur resapan tidak dimonitor berkala
Sumur resapan dan SPAH dibangun saat perizinan, lalu dilupakan. Tidak ada monitoring fungsi, tidak ada perawatan. Saat hujan ekstrem datang, banyak yang ternyata sudah tidak berfungsi.
Sistem monitoring tidak terintegrasi
Data tersebar di banyak instansi. Evaluasi kebijakan tidak berbasis data lapangan. Pengawasan manual tidak mungkin scalable di skala kota, apalagi provinsi.
Aturannya sudah ada.
Masalahnya, belum bisa dieksekusi di skala kota.
Air hujan tidak dibuang.
Air hujan dikelola.
Implikasi Penerapan
- Air hujan tidak langsung dibuang, tetapi diresapkan (sumur resapan, biopori) dan ditampung (SPAH / rainwater harvesting).
- Pembangunan harus menyesuaikan daya dukung hidrologi wilayah secara terukur.
- Zero Runoff menjadi bagian integral dari perizinan bangunan, tata ruang kota, dan kebijakan adaptasi iklim.
Dampak yang Terukur
- Penurunan limpasan permukaan dan titik genangan jalan perkotaan.
- Peningkatan imbuhan air tanah untuk menjaga kualitas sumur warga.
- Efisiensi anggaran penanganan banjir daerah jangka panjang.
- Kota lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim global.
Solusi Mengatasi Banjir dengan Pengelolaan Air Hujan untuk Masa Depan Berkelanjutan
Platform digital berbasis data geospasial dan analisis hidrologi untuk mengukur, memantau, dan mengelola kapasitas resapan air, mewujudkan kawasan yang bebas banjir dan berkelanjutan.
Real Time Dashboard
Pantau pembangunan dan kinerja infrastruktur resapan secara langsung tanpa perlu menunggu laporan periodik.
Heatmap Overview
Visualisasi sebaran titik resapan dalam skala kota dan provinsi untuk membaca pola kepadatan dan area prioritas.
Regulatory Compliance
Pastikan setiap titik infrastruktur selaras dengan regulasi Zero Runoff yang berlaku, dari pusat sampai daerah.
Payment Integration
Skema pembayaran terintegrasi via Virtual Account, cicilan, dan kanal perbankan lainnya.
Geotag Validation
Validasi koordinat lokasi pembangunan secara akurat, langsung dari lapangan ke sistem.
Photo & Video Validation
Bukti visual kondisi infrastruktur — before, after, dan progres pembangunan terdokumentasi.
Keputusan publik butuh data publik yang valid.
SERAP Dalam Angka
Terukur & Terintegrasi
Setiap titik infrastruktur tervalidasi via geotag, foto, dan video. Tidak ada lagi data yang berdiri di atas asumsi.
Scalable & Berbasis Regulasi
Arsitektur sistem dirancang siap skala kota dan provinsi, mematuhi standar hukum SNI 8456:2017 dan regulasi Zero Runoff nasional.
Prinsip SERAP
Berkomitmen pada pengelolaan air hujan yang berkelanjutan untuk masa depan kota yang lebih tangguh.
Mendorong kolaborasi multipihak antara pemerintah, masyarakat, pelaku bisnis, dan lembaga pembiayaan.
Mendukung tata kelola pengelolaan air hujan yang transparan, terukur, dan akuntabel.
Memanfaatkan teknologi dan analisis data untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif.
Menciptakan dampak nyata dalam mengurangi risiko banjir serta meningkatkan keberlanjutan lingkungan.
Dirancang untuk Seluruh Pemangku Kepentingan
Masyarakat & Pemilik Properti
Akses langsung untuk membangun sumur resapan atau SPAH di properti pribadi, dengan skema pembayaran yang fleksibel dan verifikasi yang transparan.
Pelaku Bisnis & Pengembang
Menyederhanakan proses kepatuhan terhadap regulasi resapan air — dari pengajuan, pembangunan, sampai pelaporan — tanpa harus berurusan paralel dengan banyak instansi.
Pemerintah Daerah & Kementerian
Visibility penuh atas implementasi Zero Runoff di wilayahnya, lengkap dengan data spasial yang bisa langsung dipakai untuk evaluasi kebijakan dan alokasi anggaran.
Pertanyaan yang sering diajukan
SERAP (Sistem Evaluasi Resapan Air Pintar) adalah platform digital berbasis data geospasial dan analisis hidrologi untuk memantau, mengukur, dan mengelola kapasitas resapan air secara cerdas. Platform ini dirancang khusus untuk pemerintah daerah, kontraktor, lembaga pembiayaan, serta warga pemilik properti.
Ya. SERAP saat ini aktif di 40+ kota di seluruh Indonesia, mencakup lebih dari 500 kawasan terpantau dan 2.4 juta hektar area teranalisis. Platform berjalan berbasis cloud sehingga dapat diakses dari mana saja menggunakan browser modern tanpa instalasi tambahan.
Data sensor diperbarui setiap 60 detik untuk sensor yang terhubung langsung via jaringan seluler (4G/LTE). Untuk gateway LoRaWAN, interval pembaruan 5 menit. Data cuaca dari API BMKG diperbarui setiap 15 menit.
Heatmap SERAP memiliki akurasi rata-rata 98.2% dalam mengklasifikasikan zona kapasitas resapan, berdasarkan validasi lapangan di 40 kota selama periode 2023–2025.
Ukur Kebutuhan Resapan Lahan Anda Sekarang
Evaluasi otomatis apakah lahan Anda paling optimal menggunakan Sumur Resapan (SRAH), Parit Resapan (PRAH), atau Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH).